Catatan Eska

Catatan Edukasi Seksual Komprehensif untuk Anak

Misi Eska

Eska memahami bahwa anak memiliki banyak pertanyaan tentang segala hal, termasuk tentang tubuhnya dan hal-hal terkait seksualitasnya. Sebagai orang tua, sudah menjadi tanggung jawab untuk memberi jawaban yang tepat agar si kecil tidak salah arah. Oleh karena itu, kami memberi catatan agar ibu dan ayah dapat memberi edukasi seksual pada si kecil dengan baik dan benar, secara komprehensif.

Edukasi Seksual Komprehensif

Edukasi seksual merupakan bahasan yang sangat luas, tidak hanya tentang reproduksi dan penyakit menular seksual. Pemberian edukasi seksual yang benar selain menambahkan pengetahuan, juga dapat membantu menumbuhkan karakter yang baik. Menurut para ahli, edukasi seksual sebaiknya diberikan secara bertahap dan dimulai sejak dini, yaitu mulai usia 3-5 tahun. Tujuannya agar anak dapat mengenali dirinya sendiri sehingga dapat menjaga tubuhnya dengan baik, memiliki sikap yang benar saat tidak dalam pengawasan orang tua, mengetahui cara mengkomunikasikan perasaan, dan membantu anak membuat keputusan yang bertanggung jawab ke depannya.

Mengapa Orang Tua?

Orang tua adalah individu pertama yang mengajarkan anak tentang segala hal, cara berjalan, berbicara, hingga berhitung, namun seringkali melupakan atau mengabaikan pembahasan tentang seksualitas karena dianggap tabuh. Pdahal, tidak hanya menambah pengetahuan yang benar, pembahasan seksualitas bersama anak dapat meningkatkan komunikasi yang terbuka antara anak dan orang tua.

Melalui komunikasi yang terbuka, anak cenderung tidak akan menutup-nutupi sesuatu dari orang tuanya sehingga orang tua pun dapat mengawasi anak dengan lebih mudah. Bukankah semua orang tua menginginkan yang terbaik bagi anaknya?

Partner Eska

Stella Sriwulandari, S.Psi., M.Psi., Psikolog

Psikolog Anak

Stella adalah seorang psikolog anak yang memiliki ketertarikan dengan bidang pendidikan anak, salah satunya adalah pendidikan seksual bagi anak. Menurutnya, edukasi seksual perlu diberikan sedini mungkin kepada anak saat anak mulai berkomunikasi karena edukasi seksual yang benar dapat melindungi anak.

Jennifer Elim Santoso, S.Psi.

Sexual Health Educator

Jennifer adalah seorang lulusan psikologi yang menaruh perhatian pada kondisi seksual di Indonesia. Menurutnya, edukasi seksual yang dianggap tabuh menjadi alasan remaja bahkan dewasa di Indonesia mempunyai pemahaman yang salah karena mendapat jawaban dari sumber yang tidak pasti. Oleh karena itu, ia menyarankan pemberian edukasi seksual sedini mungkin agar anak terbiasa dan tidak menganggap seksualitas sebagai hal yang tabu untuk didiskusikan. Karena ia berpendapat, beberapa hal tabuh untuk dilakukan namun tidak tabuh untuk didiskusikan.

Ignatia Anelka

User Interface Designer

Berawal dari pengalaman pribadi dan melihat kondisi lingkungan sekitarnya, ia merasa bahwa edukasi seksual merupakan hal yang sangat penting dibahas, tidak hanya di sekolah tetapi juga dalam setiap keluarga, dan membahas lebih dari sekedar sistem reproduksi. Oleh karena itu, Catatan Eska dirancang sebagai sarana untuk membantu orang tua mengetahui hal-hal apa saja yang diperlukan anak serta bagaimana menyampaikannya kepada anak dengan cara yang tidak kaku.

Bagaimana Cara Mengunakan Catatan Eska?

Pilih Usia

Pilih usia anak untuk menyesuaikan materi dengan keperluan usia.

Pilih Kategori

Kemudian pilih kategori pembelajaran dan materi yang ingin disampaikan pada anak.

Pelajari

Pelajari dan pahami catatan kecil yang ada untuk memberikan edukasi seksual pada anak.

Mulai sekarang!

Pilih Usia Anak